Anggota Koalisi
Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Aliansi Buruh Menggugat/ABM (KASBI, SBSI 1992, SPOI, SBTPI, FNPBI, PPMI, PPMI 98, SBMSK, FSBMI, FSBI, SBMI, SPMI, FSPEK, SP PAR REF, FKBL Lampung, SSPA NTB, KB FAN Solo, AJI Jakarta, SBJ, FKSBT, FPBC, FBS Surabaya, PC KEP SPSI Karawang, GASPERMINDO, ALBUM Magelang, FKB Andalas), YLBHI, LBH Pers, LBH Jakarta, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), PBHI, TURC, LBH Pendidikan, Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), Serikat Guru Tangerang, Serikat Guru Garut, Federasi Guru Independen Indonesia, ICW, LBH APIK, IKOHI, KONTRAS, PPR, Somasi-Unas, SPR, Arus Pelangi, GMS, LPM Kabar, Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN), Praksis, Forum Pers Mahasiswa Jabodetabek (FPMJ), FMKJ, Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), FSPI, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Repdem Jakarta, SPN, OPSI, SP LIATA, SPTN Blue Bird Grup
Links
Media
Wednesday, December 20, 2006
Kompas Didemo Pembacanya Siang Ini
Rabu, 20 Desember 2006, 10:52:02 WIB

BUNTUT PHK BAMBANG WISUDO

KOMPAS Didemo Pembacanya Siang Ini

Laporan: Sholahudin Achmad

Jakarta, Rakyat Merdeka. Kantor suratkabar Kompas di Jalan Palmerah Selatan Jakarta Barat kembali akan didemo Rabu siang ini (20/12).

Aksi demo tersebut dilakukan untuk menolak keputusan PHK terhadap Bambang Wisudo, wartawan yang menjadi pengurus Perkumpulan Karyawan Kompas (PKK).

Demikian dikatakan Edy Haryadi, koordinator aksi demo ke kantor Kompas, kepada Situs Berita Rakyat Merdeka beberapa menit lalu.

Edy mengungkapkan, aksi siang nanti akan diikuti elemen mahasiswa, wartawan, buruh, pekerja, dan aktivis pro demokrasi yang tergabung dalam Komite Anti Pemberangusan Serikat Pekerja.

Yang sudah pasti akan mengirimkan massa, kata Edy, adalah Aliansi Jurnalis Independen (AJI), YLBHI, LBH Pers, LBH Jakarta, Paguyuban Korban Kelompok Kompas Gramedia (Pakorba-KKG), Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), PBHI, TURC, Aliansi Buruh Menggugat (ABM), LBH Pendidikan, Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), FPPI, Serikat Guru Tangerang, Serikat Guru Garut, Federasi Guru Independen Indonesia, ICW, LBH APIK, PPR, Somasi-Unas, LMND, Papernas, Serikat Pengacara Rakyat, Arus Pelangi, KontraS, YLBHI, STN, GMS, Kabar, Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN).

Edy mengungkapkan, hingga hari ini, manajemen Kompas masih menganggap keputusan PHK Wisudo sebagai urusan internal mereka. Padahal, lanjutnya, persoalannya tidak sesederhana itu.
"Wisudo dipecat karena aktivitasnya sebagai aktivis serikat pekerja di kantornya. PHK terhadap aktivis serikat pekerja merupakan cara-cara Orde Baru dalam memberangus serikat pekerja," kata bekas wartawan Warta Kota tersebut.

Para demonstran akan berkumpul di halte bus Kompas, tak jauh dari pintu gerbang kantor Kelompok Kompas Gramedia.

Menurut rencana, para demonstran akan menggelar orasi dan poster di perusahaan konglomerasi media yang menerbitkan Kompas dan sejumlah media ternama lainnya.

Senin pekan lalu, para pembaca Kompas juga melakukan aksi serupa, menuntut agar PHK terhadap aktivis PKK tersebut dibatalkan. Tuntutan tersebut juga didukung oleh International Federation of Journalist. Lewat surat protesnya kepada Kompas, pekan lalu, IFJ meminta agar PHK terhadap Wisudo dibatalkan. (adi)
posted by KOMPAS @ 2:19 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Previous Post
Archives
Powered by

Hit Counter
Hit Counter

Free Blogger Templates
BLOGGER

http://rpc.technorati.com/rpc/ping <