Anggota Koalisi
Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Aliansi Buruh Menggugat/ABM (KASBI, SBSI 1992, SPOI, SBTPI, FNPBI, PPMI, PPMI 98, SBMSK, FSBMI, FSBI, SBMI, SPMI, FSPEK, SP PAR REF, FKBL Lampung, SSPA NTB, KB FAN Solo, AJI Jakarta, SBJ, FKSBT, FPBC, FBS Surabaya, PC KEP SPSI Karawang, GASPERMINDO, ALBUM Magelang, FKB Andalas), YLBHI, LBH Pers, LBH Jakarta, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), PBHI, TURC, LBH Pendidikan, Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), Serikat Guru Tangerang, Serikat Guru Garut, Federasi Guru Independen Indonesia, ICW, LBH APIK, IKOHI, KONTRAS, PPR, Somasi-Unas, SPR, Arus Pelangi, GMS, LPM Kabar, Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN), Praksis, Forum Pers Mahasiswa Jabodetabek (FPMJ), FMKJ, Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), FSPI, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Repdem Jakarta, SPN, OPSI, SP LIATA, SPTN Blue Bird Grup
Links
Media
Thursday, February 22, 2007
Disnaker Mulai Usut 'Union Busting' di Kompas
Jakarta, Kompas Inside. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DKI menyatakan sudah mulai menyelidiki pemberangusan serikat pekerja di harian Kompas. Malah pagi tadi, manajemen Kompas sudah dipanggil ke Disnaker untuk dimintai keterangan.

Demikian keterangan Wakil Kepala Disnaker DKI Soemanto saat menerima puluhan anggota Komite Anti Pemberangusan Serikat Pekerja (KOMPAS), Kamis (22/2/2007) siang ini.

Dalam pertemuan itu, Kepala Disnaker DKI Rusdi Muhtar juga hadir. Begitu juga beberapa petinggi Disnaker DKI yang membawahi masalah pengawasan dan perselisihan ketenagakerjaan.

"Kami sudah dua kali bertemu manajemen Kompas. Pertama, kami datang ke Kompas tanggal 20 Februari. Sedangkan yang kedua, pimpinan Kompas pagi ini kami panggil ke sini," lapor Soemanto ke Rusdi.

Karena itu, Rusdi Mukhtar meminta Komite bersabar, karena Disnaker DKI tidak akan membekukan pengaduan tersebut.

Sebelumnya, sekitar pukul 13.30 WIB, puluhan anggota Komite menggelar aksi di halaman Disnaker DKI ini. Nampak hadir delegasi dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Aliansi Buruh Menggugat (ABM), Kongres Aliasi Buruh Seluruh Indonesia (KASBI), Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), LBH Pers, ANBTI, Forum Pers Mahasiswa Jabodetabek (FPMJ), dan AJI Jakarta.

Karena terjebak hujan, beberapa anggota Komite ada yang datang terlambat.

Dalam orasinya, Yoyok dari FNPBI mengingatkan, masalah pemberangusan serikat pekerja adalah sebuah skandal yang terus terjadi. Meski Undang-Undang No 21/2000 sudah menegaskan aktivis serikat pekerja dilindungi, tapi satu-persatu aktivis serikat pekerja diberangus.

Tapi tak sampai sejam menggelar aksi, rombongan Komite malah diterima oleh jajaran pejabat Disnaker DKI. Maka, sambil membawa poster dan spanduk, anggota Komite langsung memenuhi ruang rapat pimpinan di lantai II Gedung Disnaker DKI.

Seorang satuan pengaman Kompas yang menyamar sebagai wartawan dan mencoba memata-matai pertemuan itu dengan handy cam, diminta dengan hormat untuk keluar oleh anggota Komite.

Dalam pertemuan itu, Kordinator Non Litigasi Komite Wirunantho Adhi menegaskan, kedatangan Komite punya dua maksud.

Pertama, mempertanyakan sejauh mana tindak lanjut pengaduan anti union yang sudah dilaporkan. Kedua, memberi dukungan moral ke Disnaker DKI agar tidak ragu menegakkan hukum.

Terlebih, sebelumnya sudah ada contoh. Di Jawa Barat ada seorang manajemen sebuah pabrik berhasil dipenjara karena terbukti memberangus serikat pekerja. (udn/E4)
posted by KOMPAS @ 2:43 AM  
1 Comments:
  • At February 26, 2007 at 5:40 AM, Blogger jafar said…

    Mendukung sepenuhnya perjuangan mas Bambang Wisudo dan rekan lainnya di Komite Anti Pemberangusan Serikat Pekerja.
    Manajemen Kompas perlu belajar menghargai keberadaan Serikat Buruh.

    salam perjuangan,
    Jafar
    jafar@asafas.kyoto-u.ac.jp

     
Post a Comment
<< Home
 
Previous Post
Archives
Powered by

Hit Counter
Hit Counter

Free Blogger Templates
BLOGGER

http://rpc.technorati.com/rpc/ping <