Anggota Koalisi
Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Aliansi Buruh Menggugat/ABM (KASBI, SBSI 1992, SPOI, SBTPI, FNPBI, PPMI, PPMI 98, SBMSK, FSBMI, FSBI, SBMI, SPMI, FSPEK, SP PAR REF, FKBL Lampung, SSPA NTB, KB FAN Solo, AJI Jakarta, SBJ, FKSBT, FPBC, FBS Surabaya, PC KEP SPSI Karawang, GASPERMINDO, ALBUM Magelang, FKB Andalas), YLBHI, LBH Pers, LBH Jakarta, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), PBHI, TURC, LBH Pendidikan, Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), Serikat Guru Tangerang, Serikat Guru Garut, Federasi Guru Independen Indonesia, ICW, LBH APIK, IKOHI, KONTRAS, PPR, Somasi-Unas, SPR, Arus Pelangi, GMS, LPM Kabar, Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN), Praksis, Forum Pers Mahasiswa Jabodetabek (FPMJ), FMKJ, Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), FSPI, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Repdem Jakarta, SPN, OPSI, SP LIATA, SPTN Blue Bird Grup
Links
Media
Thursday, December 14, 2006
Yogya Protes PHK Bambang Wisudo
ADVOKASI KASUS BAMBANG WISUDO DI YOGYAKARTA

Senin, 10 Desember 2006. Sekitar 18 mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pers Mahasiswa Jogja (FPMJ) mendatangi kantor Biro Kompas di Kota Baru, Yogyakarta.

Selain mereka, ikut hadir pula Bambang Wisudo (yang kebetulan baru ada di Yogyakarta), Bambang MBK, Pery Mesquita, Herry Susanto (AJI Yogyakarta) Yoana Febristika (staf AJI Yogyakarta) dan Toto Rahardjo (INSIST) yang mewakili dirinya sendiri secara pribadi. Kami diterima oleh beberapa staf biro Kompas Yogyakarta, antara lain Bambang Sigap Sumantri, Putu Fajar Arcana dan Thomas Pujo Widiyanto. Pertemuan yang diinisiasi oleh teman-teman FPMJ ini berlangsung selama kurang lebih satu jam, mulai dari pukul 17.00.

Aksi advokasi ini sama sekali tidak mendapat liputan dari teman-teman jurnalis di Yogyakarta. Saat kami berkumpul di seberang jalan kantor Biro Kompas, empat jurnalis dari Kedaulatan Rakyat dan satu dari Suara Merdeka datang. Namun mereka hanya sekedar melihat suasana dan pergi. Banyak teman-teman jurnalis dari Yogyakarta tahu akan hal ini tetapi mereka ternyata tidak meliput.

Kronologis singkatnya: Setelah berada di ruang pertemuan biro Kompas Yogyakarta, Yaya (koordinator FPMJ) membuka dialog dengan mengutarakan rasa penyesalannya atas perlakuan manajemen Kompas yang mem-PHK Bambang Wisudo.

Selanjutnya ada seorang anggota FPMJ yang berbicara. Namun pada intinya ada dua poin yang mereka kemukakan:

1.Menyesalkan langkah yang dilakukan Kompas dalam menyelesaikan masalah dengan karyawan melalui cara-cara yang tidak demokratis.

2. Mendukung penuh perjuangan Bambang Wisudo dalam menuntut hak karyawan dan memperjuangkan serikat pekerja.

Selanjutnya, giliran Bambang MBK dari AJI Yogyakarta. Pada intinya Bambang sangat menyayangkan tindakan PHK terhadap Bambang Wisudo. Semua slogan Kompas (mata hati, kata hati atau amanat hati nurani rakyat) menjadi tidak berarti dengan cara-cara Kompas yang sangat tidak humanis, tidak intelektual dalam mem-PHK Wisudo.

Selain itu Bambang juga mengatakan tindakan yang dilakukan Kompas terhadap Wisudo juga melanggar UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU No.21/2000 tentang Serikat Kerja. Kompas sebagai media besar yang jadi panutan banyak pihak, tidak seharusnya melakukan hal ini. Mengapa Kompas yang sudah menjadi konglomerat besar masih takut dengan serikat pekerja?

Pada poin terakhir, Bambang mendesak agar Kompas mencabut surat PHK terhadap bambang Wisudo.

Setelah itu giliran Toto Rahardjo dari INSIST. Dengan gaya yang santai, Toto mengatakan kasus Wisudo ini harus menjadi refleksi ke dalam bagi institusi Kompas. Apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan Kompas? Apakah ada sistem yang keropos sehingga tindakan pemecatan terhadap Wisudo dapat terjadi?

Dengan tindakannya itu, Kompas sudah membohongi publik dan ini harus dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai penutup Toto juga mengatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, biro Kompas Yogya jangan bosan karena ada banyak elemen masyarakat akan datang ke biro ini.

Berikutnya giliran Bambang Wisudo angkat bicara. Sedikit bernostalgia, Wisudo mengatakan sekitar 16 tahun lalu ia mengawali karirnya sebagai wartawan Kompas di Biro Yogyakarta. Seorang staf Kompas kemudian mengambil gambar foto kenangan Wisudo dengan beberapa wartawan lainnya yang berpose di depan kantor.

Setelah berbasa-basi sejenak Wisudo kemudian menjelaskan kronologis peristiwa yang menimpa dirinya. Bambang Sigap Sumantri dari Kompas meminta Wisudo untuk menjelaskan karena dia mengaku belum mengetahui duduk persoalannya. Pada bagian akhir, Wisudo membacakan surat penolakan dirinya terhadap surat PHK dari pihak manajemen Kompas.

Pada bagian akhir, Bambang Sigap Sumantri yang mewakili Kompas mengatakan akan menyampaikan semua aspirasi ke Kompas pusat di Jakarta.

Begitu sekilas aksi solidaritas dan advokasi terhadap kasus Bambang Wisudo di Yogyakarta. Saya dan Toto sepakat akan terus melanjutkan aksi untuk memberikan ‘tekanan’ kepada pihak Kompas. Kita akan mendesak pihak Kompas Yogyakarta untuk menyampaikan pesan kami agar hak-hak wisudo sebagai karyawan Kompas dikembalikan lagi. Kini AJI Yogyakarta sedang melakukan konsolidasi dengan NGO-NGO di Yogyakarta untuk mendatangi Kompas Biro Yogyakarta.

Salam perjuangan!

Bambang mbk
posted by KOMPAS @ 3:23 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Previous Post
Archives
Powered by

Hit Counter
Hit Counter

Free Blogger Templates
BLOGGER

http://rpc.technorati.com/rpc/ping <