Anggota Koalisi
Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Aliansi Buruh Menggugat/ABM (KASBI, SBSI 1992, SPOI, SBTPI, FNPBI, PPMI, PPMI 98, SBMSK, FSBMI, FSBI, SBMI, SPMI, FSPEK, SP PAR REF, FKBL Lampung, SSPA NTB, KB FAN Solo, AJI Jakarta, SBJ, FKSBT, FPBC, FBS Surabaya, PC KEP SPSI Karawang, GASPERMINDO, ALBUM Magelang, FKB Andalas), YLBHI, LBH Pers, LBH Jakarta, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), PBHI, TURC, LBH Pendidikan, Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), Serikat Guru Tangerang, Serikat Guru Garut, Federasi Guru Independen Indonesia, ICW, LBH APIK, IKOHI, KONTRAS, PPR, Somasi-Unas, SPR, Arus Pelangi, GMS, LPM Kabar, Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN), Praksis, Forum Pers Mahasiswa Jabodetabek (FPMJ), FMKJ, Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), FSPI, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Repdem Jakarta, SPN, OPSI, SP LIATA, SPTN Blue Bird Grup
Links
Media
Tuesday, February 27, 2007
Ditolak Kompas, Massa Demo TB Gramedia Yogya
Yogyakarta, Kompas Inside. Aksi protes pemberangusan aktivis serikat pekerja Kompas, Selasa (27/2/2007), berbuntut panjang. Karena tak diterima baik-baik di Kantor Kompas Biro Yogyakarta, massa memutuskan mendemo Toko Buku Gramedia.

Penolakan Kompas Biro Yogyakarta menerima perwakilan demonstran tidaklah mengherankan. Kabarnya, setiap kantor biro Kompas daerah telah diperintahkan untuk menolak menerima atau berdialog dengan perwakilan demonstran. Instruksi ini diberikan pimpinan Kompas ke semua kepala biro daerah pada saat mereka dikumpulkan di Jakarta belum lama ini.

Sebelum bergerak ke Toko Buku (TB) Gramedia, massa juga sempat menutup jalan di depan Kantor Kompas Biro Yogyakarta. Akibatnya, sempat terjadi kemacetan sepanjang satu kilometer.

Setelah melakukan orasi dan mengecam manajemen Kompas yang secara sistematis memberangus serikat pekerja, massa lalu melakukan long march ke Toko Buku Gramedia yang jaraknya tak sampai 300 meter dari Kantor Kompas Biro Yogyakarta.

Dalam aksi itu, peserta aksi juga mengecam aksi kekerasan dan pemecatan tanpa prosedur terhadap Sekretaris Perkumpulan Karyawan Kompas Bambang Wisudo. Massa juga mengecam 'Seruan Wartawan Kompas' karena hal itu merupakan upaya mempermulus pemberangusan serikat pekerja di harian terbesar itu.

Terbesar
TB Gramedia terletak di Jalan Sudirman. TB Gramedia merupakan toko buku terbesar di kota itu. Tak pelak aksi massa tersebut segera mengundang perhatian karyawan toko dan pembeli buku.

Aksi tersebut akhirnya berhasil mendesak pimpinan TB Gramedia Yogyakarta, Cornelius Gunarto turun menemui pengunjuk rasa.

Beberapa anggota delegasi, seperti Ketua AJI Yogyakarta Bambang Mbk, Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Odie Hudiyanto, akhirnya berdialog dengan pimpinan TB Gramedia tersebut.

Dalam dialog itu, Gunarto mengaku secara jujur ke para demonstran bahwa dia merasa terganggu dengan aksi tersebut. Sebab, bukan TB Gramedia yang bermasalah. Ia pun berharap agar pimpinan Kompas dapat menyelesaikan kasus Bambang Wisudo secepatnya.

Seorang anggota delegasi juga menegaskan, persoalan ini akan selesai bila surat pemecatan yang tidak sah itu dibatalkan dan Bambang Wisudo dipekerjakan kembali. Bila tidak, maka aksi massa akan terus mengguncang grup bisnis di bawah Kelompok Kompas Gramedia. Termasuk juga TB Gramedia.

Akhirnya sekitar pukul 15.10 WIB, aksi solidaritas atas pemberangusan serikat pekerja Kompas ini berakhir. Namun massa berjanji, mereka akan terus menggelar demo bila manajemen tetap berkeras melanjutkan aksi pemberangusan dan meneruskan kebijakan pemecatan terhadap Bambang Wisudo. (din/E2)
posted by KOMPAS @ 4:05 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Previous Post
Archives
Powered by

Hit Counter
Hit Counter

Free Blogger Templates
BLOGGER

http://rpc.technorati.com/rpc/ping <