Anggota Koalisi
Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Aliansi Buruh Menggugat/ABM (KASBI, SBSI 1992, SPOI, SBTPI, FNPBI, PPMI, PPMI 98, SBMSK, FSBMI, FSBI, SBMI, SPMI, FSPEK, SP PAR REF, FKBL Lampung, SSPA NTB, KB FAN Solo, AJI Jakarta, SBJ, FKSBT, FPBC, FBS Surabaya, PC KEP SPSI Karawang, GASPERMINDO, ALBUM Magelang, FKB Andalas), YLBHI, LBH Pers, LBH Jakarta, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), PBHI, TURC, LBH Pendidikan, Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), Serikat Guru Tangerang, Serikat Guru Garut, Federasi Guru Independen Indonesia, ICW, LBH APIK, IKOHI, KONTRAS, PPR, Somasi-Unas, SPR, Arus Pelangi, GMS, LPM Kabar, Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN), Praksis, Forum Pers Mahasiswa Jabodetabek (FPMJ), FMKJ, Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), FSPI, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Repdem Jakarta, SPN, OPSI, SP LIATA, SPTN Blue Bird Grup
Links
Media
Wednesday, January 30, 2008
Film Perjuangan Wisudo Diluncurkan di Youtube
Film perjuangan Sekretaris Perkumpulan Karyawan Kompas (PKK), Bambang Wisudo, pekan ini mulai bisa diakses di www.youtube.com. Alamat URLnya ada di:

http://youtube.com/watch?v=4iIXbJw43cc&feature=related


video

Di film dokumenter ini, Bambang Wisudo menegaskan sikapnya menolak berkompromi atas kekerasan dan peristiwa pemberangusan dirinya sebagai pengurus serikat pekerja yang sah di harian Kompas.

Ini merupakan film dokumenter saat usia konflik berlangsung baru tiga bulan. Film berdurasi 10 menit dengan sutradara Hari Nugroho pertama kali diputar tanggal 10 Maret 2007 di Sekretariat AJI Jakarta.

Sementara, sekarang usia konflik itu sudah setahun lebih. Gambar-gambar aksi solidaritas, rapat dan testimoni atas kasus ini terekam dengan baik oleh pembuat film dengan dukungan penuh Divisi Serikat Pekerja AJI Jakarta.

Di film ini Bambang juga memaparkan bahwa motif pemecatannya dari harian Kompas karena ia, selaku pengurus serikat pekerja, menanyakan soal saham 20 % milik karyawan.

Perlu diketahui pembaca, bahwa hingga saat ini sudah lebih empat bulan gaji Bambang Wisudo dihentikan manajemen Kompas.

Penghentian gaji --yang menjadi hak anak dan istri Wisudo-- adalah sebuah trik licik manajemen/kapitalis untuk melemahkan perjuangan Bambang/buruh. Namun hingga hari ini, Bambang tetap tegar dan melawan.

Seperti kata-kata Nyai Ontosoroh pada Mingke yang kerap dikutip Bambang: "Persoalannya bukan kalah dan menang, namun bagaimana melawan sebaik-baiknya..."
***

Labels: , , , ,

posted by KOMPAS @ 6:20 PM   1 comments
Previous Post
Archives
Powered by

Hit Counter
Hit Counter

Free Blogger Templates
BLOGGER

http://rpc.technorati.com/rpc/ping <